Pages

17 Maret 2012

Teknik IP Spoofing

  • i
Dalam dunia perhackeran sering kali terdengar istilah “IP spoofing” IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C.
IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ‘mengakali’ packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker.
Teknik ini berawal pada tahun 80-an dengan ditemukannya kelemahan pada protokol TCP yang dikenal dengan prediksi urutan atau rangkaian paket TCP (sequence prediction). Hal ini memancing para ahli lain untuk ikut membahas kelemahan ini pada protokol TCP/IP. Kevin Mitnick (hacker master) juga menggunakan teknik ini untuk meng-hack mesin Profesor Tsutomu Shimomura.
IP (Internet Protocol)
IP merupakan network protokol yang beroperasi pada layer ke 3 dari OSI (Baca artikel OSI layer). IP merupakan protokol yang termasuk ’connectionless’. Artinya tidak ada mekanisme yang dibutuhkan untuk memastikan informasi atau data yang dikirimkan sampai ke tempat tujuan (konfirmasi). Kalau kita membaca atau melihat IP header, dapat terlihat bahwa 12 bytes pertama berisikan informasi mengenai paket data tersebut. Sedangkan 8 bytes berikutnya berisikan alamat sumber dan tujuan. Dengan menggunakan tools tertentu, hacker dapat melakukan modifikasi alamat-alamat tersebut pada IP header – terutama alamat sumber untuk tujuan aktivitas IP spoofing. Karena sifatnya yang ’connectionless’ seperti penjelasan di atas, maka setiap paket data dikirimkan sendiri-sendiri tanpa ada ikatan antara paket satu dengan lainnya.
TCP – Transmission Control Protocol
Lain halnya dengan IP, TCP merupakan protokol yang connection oriented artinya ada langkah (step) konfirmasi yang dibutuhkan dalam komunikasi atau pada saat pengiriman data. Ingat 3-way handshake yang saya bahas di buku ’Hack Attack’ ? OK. Bagi yang belum baca, saya akan bahas sekilas. Pada saat satu host akan mengirimkan data dengan protokol TCP ke host lain, maka host sumber akan mengirimkan kode SYN ke host satunya. Host target kalau sedang idle atau bisa menerima kiriman data, akan reply dengan kode SYN-ACK. Yang kemudian host sumber akan me-reply lagi dengan kode ACK. Kalau di kehidupan sehari-hari, bisa digambarkan sebagai berikut, misalnya saya ingin ke rumah teman saya. Saya akan telpon dulu, ‘Hey, kamu ada di rumah ngak saat ini ?’. Kalau teman saya ngak ada, berarti telpon saya tidak akan direspon (tidak diangkat). Kalau ada, dia bilang, oh bisa, saya lagi ngak ada kerjaan. Berarti teman saya memberikan respon SYN-ACK. Selanjutnya saya akan memberikan konfirmasi ACK, OK, saya akan ke tempatmu sekarang. Jelas ?
Sama halnya dengan IP, TCP juga mempunyai header dalam setiap datagram. 12 bytes pertama dalam TCP header berisikan informasi seperti port dan informasi lain seperti sequence number yang dibutuhkan untuk menyusun kembali urutan data yang dikirimkan atau untuk menentukan paket data perlu di-kirim lagi atau tidak.
Setelah melihat penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa TCP/IP design mempunyai konsekuensi terhadap berbagai serangan yang menggunakan teknik manipulasi header atau menebak nomor sequence sehingga dapat memicu session hijacking.
Lalu bagaimana pencegahan terhadap IP spoofing??
* Filtering di Router.
Dengan memanfaatkan ”ingress dan engress filtering” pada router merupakan langkah pertama dalam mempertahankan diri dari spoofing. Kita dapat memanfaatkan ACL(acces control list) untuk memblok alamat IP privat di dalam jaringan untuk downstream.
Implementasi kan ACL (access control list) yang melakukan block terhadap alamat IP private (192.x.x.x atau 10.x.x.x) di sisi interface downstream (dari luar ke jaringan internal). Juga lakukan blok alamat IP di luar alamat valid internal di sisi upstream interface (dari internal ke luar), hal ini untuk mencegah adanya usaha melakukan spoofing dari internal ke luar. Namun cara ini mempunyai kelemngahan, yaitu tidak bisa mengontrol jika serangan dilakukan dari dalam (internal attack) terhadap korban di dalam satu jaringan yang sama.
* Menerapkan enkripsi dan Authentifikasi
Mengeliminasi semua authentikasi berdasarkan host, yang di gunakan pada komputer dengan subnet yang sama. Hal ini untuk mencegah packet data di-hijack orang di tengah jalan. Karena data di transmisikan dari sumber ke tujuan dalam bentuk di-enkrip.

0 komentar:

Show Emoticons

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :q: :s:

Poskan Komentar